Rabu, 08 April 2009

Kenapa saya Golput ?

Hari ini rabu, 9 April 2009 digelar pesta demokrasi dengan dana trilyunan rupiah baik dari dana pemerintah, para caleg ataupun simpatisan pendukung caleg.
Apakah ini akan bisa memperbaiki bangsa ini ?
Sudah berapa kali pesta demokrasi ini digelar tapi rasanya tidak ada atau belum ada perbaikan di negeri ini.

Hari ini saya memilih golput, bukan berarti saya tidak peduli dengan bangsa ini. Tetapi masih berpikir sistem yang seperti apa yang sebaiknya untuk memilih pemimpin sehingga Allah Ridlo dan berikan pemimpin yang terbaik untuk bangsa ini ?

Sedih juga.... Bangsa besar ini diberi pemimpin Seperti Gus dur dan Ibu Megawati akibat hasil pemilihan rakyat banyak.

Sedih...setelah terpilih SBY, negeri ini terus menerus ditimpa bencana. Bahkan di akhir masa pemerintahannya terjadi bencana Situ Gintung dan pesawat jatuh. Apakah ini karena Allah Murka atau sedang menguji kita ?

Saya kawatir Allah Marah karena pemilu sistem demokrasi telah menempatkan "Kedaulatan di tangan Rakyat" sedangkan seharusnya "Kedaulatan adalah ditangan Allah". Pemilu ini akan berusaha merebut kedaulatan Nya dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan bangsa ini ditangan rakyat. Sistem demokrasi ini telah mennempatkan suara pelacur (maaf) sama nilainya dengan suara Ulama untuk memilih pemimpin negeri.

“Tidak boleh bagi laki-laki dan perempuan yang beriman apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu masalah untuk memilih yang lain dari urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al Ahzaab: 36)


Allah telah mengutus Rosul Nya dan telah memberi Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman kita untuk memilih pemimpin. Islam sudah sangat jelas mengatur untuk urusan yg sangat penting ini. Para ulama sebagai pewaris nabi dan "ahlul halli wal ‘aqdi "adalah yang berhak memilih pemimpin.

Sedih..semakin sedih...kenapa banyak partai Islam ?
Apa yang dicari oleh partai-partai Islam ini ? Semua mengklaim akan memperjuangkan Islam melalui partainya ?
Kalau berniat memperjuangkan Islam kenapa partai-partai Islam ini tidak bersatu dulu ? Kenapa akhirnya partai-partai Islam ini jalan sendiri-sendiri ? dan kenapa partai Islam akhirnya berkoalisi dengan partai nasionalis ?
Masya Allah, saya kawatir ini bagian dari fitnah dimuka bumi ini.. Allah telah menguji kita dengan kekuasaan sehingga kita lupa dengan dakwah.

Sedih dan prihatin...Kenapa para ulama terjun dan sibuk ke politik dan tinggalkan dakwah ?
Dakwah adalah urusan terpenting karena Ummat ini perlu bimbingan ulama dan penguatan aqidah.
Kasihan ummat ini...Dimana para ulama waktu kasus dukun Ponari ..waktu iklan-iklan dan sms reg weton, bintang dll yg penuh kemusyrikan ?

Subhanallah kita contoh Rosul kita waktu beliau ditawari wanita, harta bahkan kekuasaan di Mekah. Rosululloh lebih memilih dakwah walupun beliau harus memikul beban rembulan di tangan kiri dan matahari di tangan kanan.

Rosululloh tidak memilih ambil kekuasaan dulu/jadi pemimpin dulu kemudian dengan kekuasaannya beliau paksakan Islam. Beliau lebih memilih jalan dakwah walaupun penuh dengan air mata dan darah agar ummat ini selamat dunia dan akherat.
Akhirnya dengan jalan dakwah yang ikhlas ini kekuasaan 2/3 belahan dunia pernah dalam naungan Islam.

Kalau para ulama konsisten di jalan Dakwah, Insya Allah Allah ridlo dan akan berikan pemimpin yg sholeh dan akan berikan keberkahan dimuka bumi ini.

Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Semoga Allah berikan bimbingan kepada kita semua segenap bangsa ini agar tetap lurus di jalan Nya. Semoga Allah ridlo dan berikan berkah, rahmat Nya kepada bangsa ini.

Amiin

4 komentar:

Indra Adi Gunawan mengatakan...

Mau Dapat Dollar Dan Rupiah Daftar Disini Aja:

IndoRp
Buxbin
Klik Rupiah
Ngebux
Azbux
Aws Survey

Belum ada alat Pembayaran Internet Paypal daftar dini aja:
Click Here Paypal



BY :

http://palembang-musi.blogspot.com/
http://all-dowload.blogspot.com/

David Pangemanan mengatakan...

INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA

Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak 'bodoh', lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung
di bawah 'dokumen dan rahasia negara'.
Maka benarlah statemen KAI : "Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap". Bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah sangat jauh sesat terpuruk dalam kebejatan.
Permasalahan sekarang, kondisi bejat seperti ini akan dibiarkan sampai kapan??
Sistem pemerintahan jelas-jelas tidak berdaya mengatasi sistem peradilan seperti ini. UUD 1945 mungkin penyebab utamanya.
Ataukah hanya revolusi solusinya??

David
HP. (0274)9345675

Robi robiansyah mengatakan...

wawww

Saihul mengatakan...

Golput? memang sah-sah saja? mengingat pilih pemimpin juga merupakan pertanggungjawaban kita nantinya..
mending usaha saja dari blog ah..