free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Minggu, 24 Februari 2008

Pengabdian Seorang Perencana Kota


Suksesnya pembangunan kota sangat tergantung para pelaksananya, tidak mesti dia seorang walikota atau kepala Dinas Tata Kota. Lihat peran pak Rizal yang sudah puluhan tahun bekerja di Dinas Tata Kota.

Pada saat direncanakan jalan baru Bandara Sultan Mahmud Badarudin II – Sako terlebih dahulu harus ditetapkan trase rencana jalan tersebut Disinilah pak Rizal dkk bagian perencanaan Dinas Tata Kota Palembang dimulai. Beliau harus menyiapkan peta dasar wilayah tersebut, untuk selanjutnya memeriksa di lapangan.

Pengecekan di lapangan harus dilakukan dengan susah payah karena kondisi lapangan yang becek, berlumpur dan kadang-kadang harus masuk ke rawa-rawa karena wilayahnya sebagian berupa rawa-rawa yang dalam. Tak kurang pak Rizal harus menjawab pertanyaan, caci maki terkadang ancaman dari masyarakat yang tanahnya akan dilewati jalan baru atau tergusur karena pembangunan.

Dalam melaksanakan tugasnya kadang-kadang pak Rizal terpaksa harus menggunakan mobil pribadinya karena terbatasnya kendaraan operasional kantor, juga kadang-kadang bensin harus ditanggung sendiri. Tapi pak Rizal tidak pernah mengeluh dengan keterbatasan yang ada, beliau tetap mengerjakan tugas-tugasnya dengan senang hati.

Tidak terasa tahun demi tahun telah berlalu…

Entah berapa km pak rizal telah meristis pembangunan jalan

Entah berapa buah pembangunan gedung-gedung telah beliau ukur dan tetapkan lokasinya untuk pembangunan dan kenyamanan penduduk kota.

Entah berapa bangunan real estate yang telah beliau berikan rekomendasi pembangunannya.

Tatkala penduduk kota mulai mengagumi jalan-jalan utama Kota Palembang yang sudah mulai dibenahi sempadan jalannya, apakah mereka tahu ada pak Rizal yang telah susah payah mengukur jalan-jalan tersebut ?

Hanya Allah saja yang tahu apa yang sudah diabdikan pak Rizal selama puluhan tahun di Dinas Tata Kota Palembang.

Sebentar lagi beliau pensiun…telah banyak yang diperbuat oleh beliau untuk Kota Palembang.

Semoga hasil kerja beliau akan memberikan arti bagi pembangunan Kota Palembang dimasa mendatang.

Kota Palembang yang asri, indah, nyaman dan aman itu adalah harapan dan kebanggaan beliau

Selamat bekerja pak...

Semoga Allah ridlo dan memberikan pahala yang berlipat untuk kebaikan pak Rizal.

Jangan bersedih setelah pensiun pak, kami perencana muda Insya Allah siap melanjutkan pengabdian bapak untuk terus berusaha mewujudkan keinginan bapak untuk mewujudkan kota yang dapat melayani masyarakat supaya betah tinggal didalamnya.

Semoga Allah memberikan kekuatan bagi para perencana kota untuk terus dapat mengabdi dan memberikan yang terbaik untuk ummat ini.

Amiin.

Senin, 04 Februari 2008

Pohon Tsunami yang tumbang oleh Buldozer PU

(Pohon Asam Koridor Ule-lea tinggal kenangan)

Pohon-pohon asam yang tinggi besar di sepanjang jalan Ule-lea Banda Aceh seolah menjadi Pahlawan saat Tsunami melanda Banda Aceh. Dengan ketegarannya pohon Asem tetap tegak berdiri dan melamabai-lambai seolah-olah ingin menolong Korban Tsunami yang hanyut di bawa ombak Tsunami setinggi 10-20 meter. Sang pohon dengan sigapnya menangkap anak-anak manusia untuk dipeluk di badannya, walaupun dia sendiri harus bertahan dengan sekuat tenaga menghadapi terjangan gelombang Tsunami. Tidak sedikit pohon-pohon yang tercabut dari akarnya akibat ganasnya gelombang Tsunami, tetapi pohon asam tetap tegar bertahan hingga manusia yang diatasnya selamat. Betapa bahagianya sang pohon saat seorang demi seorang turun dari pohon selamat dari amukan Tsunami.

Selesai tsunami sang pohon terus mengabdikan hidupnya menaungi para sukarewan yang kepanasan dan kelelahan karena terus bekerja mengangkat mayat-mayat yang tidak terselamatkan. Ditengah panas teriknya bumi Banda Aceh, sang pohon dengan khitmatnya memandangi para sukarelawan dengan mengatakan bertduhlah sejenak untuk kumpulkan tenaga. Udara segar aku hembuskan untuk menghilangkan kepenatan dan kepanasan.

Pasca Tsunami sang pohon terus memberikan arti, menyapa setiap pendatang dan para pengguna jalan yang melewati Ule-lea. Dengan tidak segan-segannya dia bekerja melindungi manusia dari terik matahari dan memberikan hembusan angin kesejukan, seolah-olah memberikan harapan besar bagi penduduk Banda Aceh akan kebesarannya suatu saat kelak.

Masa rekonstruksi memberikan harapan besar bagi sang pohon bahwa kebangkitan Aceh telah kembali, pembangunan terjadi dimana-mana. Pembangunan perumahan, perkantoran, fasilitas social juga pembangunan jalan-jalan. BRR juga merencanakan pelebaran jalan di sepanjang jalan Ule-lea untuk empermudah akses penduduk Aceh menuju Pelabuhan.

Air susu dibalas dengan air tuba, sang pohon harus mengorbankan dirinya kembali. Bahkan kali ini nyawanya harus dikorbankan demi pembangunan jalan.

Sebenarnya ini tidak mesti terjadi, kalau saja PU mau berpikir sedikit, perencanaan pelebaran jalan dilakukan tanpa harus menggusur dan menebang pohon-pohon tersebut.

Nasib, sungguh nasib…

Sang pohon harus merelakan dirinya untuk pelebaran jalan yang dilakukan tanpa perencanaan yang matang.

Siapa yang membela pohon tsunami, manusia telah melupakan jasa-jasanya demi kepentingan pembangunan ekonomi.

Sang pohon Tsunami harus tumbang oleh Buldoser-buldoser PU tanpa ada pembelaan.

(Usulan mempertahankan Pohon Asam di Koridor Ulea-lea Tidak Didengar)

Jumat, 05 Oktober 2007

Perjalanan ke Pontianak


Perjalanan kali ini dalam rangka pekerjaan Penyusunan Rencana Tata Ruang Metropolitan Pontianak. Pekerjaan ini dibiayai oleh Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Menariknya kota Pontianak ini adalah terdapatnya Sungai Kapuas sebagai andalan sumberdaya airnya. Sungai Kapuas memiliki fungsi sebagai prasarana transportasi, wisata, sumber air bersih, dan sumber irigasi. Sayangnya Sungai ini belum dapat dimanfaatkan dengan baik seperti sebagai sumber PLTA dan prasarana transportasi umum sampai ke pedalaman. Bahkan informasi terakhir sungai ini BOD dan COD nya sudah melampaui ambang batas dan bahkan terdapat kandungan Mercury.


Metropolitan Pontianak merupakan kawasan strategis nasional karena memiliki peran penting dalam pengembangan Pulau Kalimantan dan merupakan pusat pertumbuhan kawasan perbatasan. Pengembangan Kota Pontianak sebagai kota Metropolitan diharapkan dapat mendorong perkembangan kota-kota sekitarnya dan dapat meningkatkan peran kota ini dalam pengembangan Kalimantan.
Semoga saja konsep-konsep pengembangan yang kami susun dapat memberikan masukan yang berarti bagi pengembangan kota ini, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak dan Pulau Kalimantan.

Senin, 24 September 2007

Anak bungsuku

Dipanggilnya dik Lia karena dia paling bungsu. Nama lengkapnya Lisana Alia, harapannya dia nanti menjadi orang yang memiliki lisan yang baik dan tinggi makna kata-katanya.
Dia mengikuti kakaknya sekolah klas 1 di SMA 2. Kegiatannya sama dengan kakaknya ikut karate, DKM dan kegiatan lingkungan.
Rajin belajar dan ngajinya dik, ingat target hapalan Qur'annya. Semoga jadi anak sholeh, berilmu tinggi dan memberi manfaat banyak bagi ummat ini.

Anakku ke dua... Mbak Dzilla

Nama lengkapnya Nusaiba Adzilla, maksudnya supaya mewarisi sohabiah nabi Nusaiba yang pemberani dan penuh kelembutan.
Alhamdulillah sifatnya sesuai harapan, dia lembut, aktifis DKM, OSIS dan rupanya jago karate juga.

Sekolah di Klas 2 di SMA 2 Bandung. Rajin belajar ya mbak supaya Allah mudahkan Ilmu untuk Dzilla dan semoga kelak ilmunya bermanfaat bagi ummat ini.

Anakku yg pertama

yup...dis is me..tazy.. tazy yang..exaggerative,talkative, cheerful but sumtimez a li'l bit temperamental...so..watch out!!dont ever hurt my feelin..hehe..just kiddin

Dia kuliah di Biologi ITB, pas banget di biologi... hafalannya kuat dan minatnya besar sekali di Biologi. Pantes....kalau jadi asisten kuliah di beberapa mata kuliah walau baru tahun ke II. Semangat teh...dan sukses selalu, Semoga Ilmunya bermanfaat untuk pendekatan diri pada Allah dan kesejahteraan ummat manusia. Amin.

Istriku tercinta


Istriku : Dewi Widyawati Parwini (www.vienanti.multiply.com)
Lahir : 4 Mei 1964

Sedikit saya tuliskan isi hatiku sayang hanya untukmu seorang :

Istriku, betapa cinta dan sayangku padamu terus tumbuh atas dasar keimanan dan taqwa pada Allah.
Telah engkau terima pinanganku tanpa ragu hanya karena aku mencintaimu karena Allah semata.
Engkau tidak lihat sedikitpun banyak kekuranganku di dunia ini
Harta dan materi bukan menjadi pertimbanganmu dalam menerimaku
Engkau sanggup jalani hidup bersamaku dengan segala keterbatasanku.
Engkau pupuk kepercayaan diriku
Engkau ingatkan aku untuk dan selalu menuju ridlo Illahi Robbi

Telah 21 tahun engkau menemaniku dalam keadaan suka dan duka
Telah engkau didik anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak cerdas, cinta qur'an dan mencintai sunnah nabi
Betapa sering engkau saya tinggal bepergian dalam tugas, dan engkau tetap ridlo dan terus berdoa.

Subhanallah, betapa saya rasakan janji Allah bahwa mendapatkan istri yang sholeh bagaikan ditemani bidadari dan mendapatkan dunia dan seisinya.

Istriku, aku berharap nanti bahkan mautpun tidak akan sanggup memisahkan kita
karena aku terus berdoa semoga engkau akan terus menemaniku di surga nanti sebagai bidadariku.

Ayat ini yang menjadi harapan dan doaku setiap selesai sholat :

(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (QS Ar Ra’d 23)

Robbi, terus kumpulkan kami di surga Mu bersama istri, anak-anak dan cucu-cucuku kelak.
Hanya kepada Mu kami mencari Ridlo Mu dan kami mengharap.